
LAMPUNG – Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti Aula Perguruan Diniyyah Putri Lampung [Sabtu, 14 Februari 2026] saat Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A. menyampaikan tausiyah bertema kemuliaan perempuan dalam Islam. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa Islam hadir sebagai agama yang mengangkat derajat perempuan, menghapus diskriminasi, serta menempatkan mereka sebagai penopang utama keluarga dan peradaban.
Di hadapan santriwati dan majelis guru, Ustadz Abdul Somad memaparkan bahwa sebelum datangnya Islam, perempuan tidak memiliki kedudukan yang layak. Mereka tidak mendapatkan hak waris, sering dipandang sebagai penyebab masalah, bahkan dalam tradisi jahiliyah bayi perempuan dikubur hidup-hidup karena dianggap membawa aib.
“Islam datang memuliakan perempuan, mengangkat derajatnya, memberikan hak waris, hak beramal, dan kedudukan yang sama dalam pahala dan tanggung jawab kebaikan,” ujar beliau.
Beliau juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an meluruskan berbagai kesalahpahaman tentang perempuan, termasuk anggapan bahwa Hawa menjadi penyebab keluarnya Nabi Adam dari surga. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi karena tipu daya Iblis yang bahkan bersumpah dengan nama Allah. Dari sini beliau mengingatkan bahwa salah satu dosa besar adalah bersumpah palsu dengan membawa nama Allah.
Hak dan Kehormatan Perempuan dalam Islam
Dalam penjelasannya, Ustadz Abdul Somad menyinggung hukum waris yang menunjukkan keadilan Islam terhadap perempuan. Selain mendapatkan bagian warisan, dalam praktik kehidupan modern perempuan juga dilindungi melalui konsep harta bersama (musyarakah atau gono-gini), yang semakin menegaskan penghargaan Islam terhadap kontribusi perempuan dalam rumah tangga.
Beliau menegaskan bahwa perempuan dalam Islam bukan sekadar pelengkap, tetapi mitra dalam kebaikan.
“Al-mu’minuna wal-mu’minatu ba’dhuhum awliya’u ba’dh. Laki-laki dan perempuan saling menolong dalam amar ma’ruf dan nahi munkar.”
Rasulullah SAW juga menunjukkan teladan dalam memuliakan perempuan melalui sikap lembut kepada istrinya. Beliau memanggil Sayyidatuna Aisyah dengan panggilan sayang Humairah dan menganjurkan umatnya untuk menyenangkan hati pasangan dengan kata-kata yang baik, perhatian, maupun hadiah.
Perempuan dalam Sejarah Dakwah
Ustadz Abdul Somad kemudian menguraikan peran besar perempuan dalam sejarah Islam. Orang pertama yang menenangkan Rasulullah saat menerima wahyu adalah Sayyidatuna Khadijah. Bahkan, perempuan pertama yang beriman kepada beliau juga Khadijah.
“Yang menenangkan hati Nabi saat beliau gelisah adalah seorang perempuan. Ini menunjukkan betapa besar peran perempuan dalam perjuangan dakwah,” jelasnya.
Beliau juga menyampaikan sabda Rasulullah agar umat mengambil sebagian ilmu agama dari Sayyidatuna Aisyah, yang dikenal sebagai salah satu ulama perempuan terbesar dalam sejarah Islam.
Selain itu, beliau menekankan bahwa membesarkan anak perempuan dengan baik merupakan jalan menuju surga. Islam mengubah cara pandang masyarakat terhadap anak perempuan, dari yang dahulu dianggap beban menjadi sumber keberkahan dan kehormatan keluarga.
Perempuan Hebat dalam Kisah Para Nabi
Dalam tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad mengangkat kisah Nabi Musa AS sebagai contoh nyata peran perempuan. Nabi Musa diselamatkan dan dibesarkan melalui peran beberapa perempuan: ibunya yang menghanyutkan ke Sungai Nil, kakaknya yang mengawasi, Asiyah istri Fir’aun yang merawatnya, serta putri Nabi Syu’aib yang kemudian menjadi istrinya.
Dari kisah pertemuan Nabi Musa dengan putri Nabi Syu’aib, beliau menyoroti dua kriteria penting dalam memilih pasangan atau pekerja, yaitu kuat (al-qawiy) dan amanah (al-amin). Kedua sifat tersebut dapat dikenali dari sikap dan perilaku, bukan dari hubungan yang panjang.
“Untuk mengenal akhlak seseorang tidak perlu waktu lama. Sikapnya sudah menunjukkan siapa dia,” pesannya kepada para santriwati.
Beliau juga menyinggung pesan Nabi Musa kepada anak-anak perempuannya agar menjaga kehormatan diri dan tidak menjual harga diri demi keuntungan dunia.
Pendidikan Perempuan di Era Modern
Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa mendidik dan menjaga anak perempuan di era sekarang bukanlah hal yang mudah. Tantangan tidak hanya pada pergaulan, tetapi juga pada penggunaan gawai, media digital, serta pengaruh lingkungan.
“Menjaga satu anak perempuan saja berat. Bagaimana menjaga auratnya, akhlaknya, pergaulannya, tontonan dan gadgetnya. Karena itu, pendidikan di lingkungan yang baik menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Beliau menyebut Perguruan Diniyyah Putri Lampung sebagai salah satu solusi pendidikan yang membina santriwati secara menyeluruh agar selamat dunia dan akhirat.
Keteladanan Rasulullah dalam Memuliakan Perempuan
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menggambarkan bagaimana Rasulullah SAW bersikap lembut kepada keluarganya. Saat i’tikaf di masjid, Rasulullah meminta Aisyah menyisir rambutnya sebagai bentuk kedekatan dan kasih sayang.
Beliau mengutip sabda Nabi:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya.”
Bahkan Rasulullah pernah meninggalkan makanan tertentu hanya karena ingin menyenangkan hati istrinya. Menurut Ustadz Abdul Somad, kelembutan dan penghormatan terhadap perempuan adalah bagian dari akhlak terbaik seorang muslim.
Perempuan, Pilar Kehidupan
Di akhir tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa dalam kehidupan seorang laki-laki hebat terdapat peran besar perempuan, yaitu ibu sebagai masa lalu, istri sebagai pendamping masa kini, anak perempuan sebagai masa depan, serta para guru perempuan yang membentuk akhlak dan kepribadian.
Beliau juga mengangkat kisah Maryam dalam Al-Qur’an sebagai simbol kekuatan perempuan. Meski dalam kondisi lemah setelah melahirkan, Allah memerintahkannya berusaha menggoyang pohon kurma, sebagai pelajaran bahwa perempuan yang dianggap lemah dapat menjadi kuat dengan pertolongan Allah.
Menutup ceramahnya, Ustadz Abdul Somad berpesan kepada seluruh santriwati agar menjaga kehormatan dan jati diri.
“Lebih baik hidup sederhana tetapi mulia di hadapan Allah, daripada kehilangan harga diri. Dari perempuan yang baik akan lahir generasi yang hebat.”
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Perguruan Diniyyah Putri Lampung untuk memperkuat komitmen dalam mencetak perempuan muslimah yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi agen kebaikan bagi masyarakat dan umat.


