
LAMPUNG, 24 Mei 2026 – Diniyyah Putri Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya pendidikan yang peduli lingkungan melalui program pendampingan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkuler yang dilaksanakan pada 20 Mei 2026 di Ruang Audio Visual pesantren. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Diniyyah Putri Lampung bersama INSTIDLA dan Komunitas/Bank Sampah Sahabat Gajah sebagai bentuk sinergi dalam mengedukasi masyarakat pesantren mengenai pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Program pendampingan ini diikuti oleh santriwati perwakilan dari setiap kelas, guru pembimbing program bank sampah, serta tenaga kependidikan (tendik). Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang tepat, sekaligus praktik nyata penerapan konsep ekonomi sirkuler dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Hadir sebagai penyuluh dalam kegiatan tersebut, Lukman Riyadi, S.Pd., Moh. Fakhrurozi, Ph.D., serta Warsih, Ph.D.. Ketiganya menyampaikan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkuler, mulai dari teknik pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan limbah, hingga pemanfaatan kembali sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Dalam pemaparannya, para penyuluh menekankan bahwa konsep ekonomi sirkuler merupakan sistem pengelolaan yang mengedepankan prinsip reduce, reuse, recycle, dan recovery sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali secara berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, peserta diajak memahami pentingnya perubahan pola pikir dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pemanfaatan limbah anorganik menjadi produk kreatif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi karena materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren.
Pihak pesantren menyambut baik terlaksananya program ini karena dinilai mampu membangun budaya peduli lingkungan di kalangan santriwati dan civitas pesantren. Kehadiran program bank sampah diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan pesantren yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Melalui kolaborasi bersama INSTIDLA dan Komunitas/Bank Sampah Sahabat Gajah, Diniyyah Putri Lampung berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkuler dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya. Tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga diharapkan mampu melahirkan inovasi dan unit usaha produktif berbasis pengelolaan sampah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.


