
LAMPUNG — Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Perguruan Diniyyah Putri Lampung pada 20–22 Februari 2026. Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi SD/MI Diniyyah Putri Lampung ini menjadi bagian dari upaya pembinaan ibadah, penanaman kedisiplinan, serta pembentukan karakter Islami sejak usia dini di bulan suci Ramadhan.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan kedatangan peserta ke lingkungan pesantren, kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan yang berlangsung khidmat. Momentum tersebut menjadi awal dimulainya perjalanan spiritual dan pembinaan karakter bagi para peserta. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta pelepasan siswa/i oleh orang tua sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian Pesantren Kilat.
Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi perkenalan pengurus per kamar yang disampaikan oleh para ustadz serta kakak PKM Diniyyah Putri Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sistem pendampingan serta menumbuhkan rasa aman dan kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Peserta kemudian diarahkan menuju Gedung Madrasah Ibtidaiyah Diniyyah Putri Lampung dan kamar masing-masing untuk mengikuti agenda lanjutan.
Materi hari pertama diisi dengan pembinaan kebersihan dan praktik ibadah sebagai bekal pembiasaan hidup bersih, tertib, serta pelaksanaan ibadah yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Antusiasme para murid MI Diniyyah Putri Lampung terlihat begitu tinggi. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa ingin tahu. Suasana belajar terasa hidup dan interaktif berkat kreativitas para tutor dan fasilitator yang mampu menghadirkan metode pembelajaran yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan dunia anak.
Salah satu momen yang paling berkesan hadir dari kreativitas Miss Dila, salah satu tutor yang berhasil membangun motivasi peserta melalui pendekatan yang ceria dan kekinian. Beliau menyadur lagu yang sedang viral dan mengubahnya menjadi yel-yel Ramadhan yang sarat semangat:
“Tor-monitor, Ketua…
di sini lagi ada sanlat, Ketua.
Tidak ada yang mokel, Ketua…
semua sholeh-sholehah, hu ha… yee!”
Yel-yel tersebut langsung disambut meriah oleh para peserta. Anak-anak mengikuti dengan penuh semangat, tepuk tangan, dan keceriaan, menciptakan suasana hangat yang membangun motivasi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif tentang kesungguhan beribadah di bulan Ramadhan.
Kreativitas para tutor dan fasilitator menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan Pesantren Kilat tahun ini. Pendekatan yang menyenangkan membuat anak-anak merasa nyaman, terlibat aktif, dan menikmati setiap proses pembelajaran tanpa merasa terbebani.
Melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah, membiasakan hidup disiplin dan bersih, serta memperkuat karakter sebagai generasi sholeh dan sholehah. Semangat, keceriaan, dan kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi bekal berharga dalam menghidupkan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.


