LAMPUNG, 24 Februari 2026 — Perguruan Diniyyah Putri Lampung menyelenggarakan resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-52 dengan penuh kekhidmatan dan rasa syukur yang mendalam. Kegiatan yang diikuti oleh majelis guru, tenaga kependidikan, karyawan, serta seluruh santriwati DMP/MTs dan KMI/MA Diniyyah Putri Lampung ini berlangsung di Masjid Al-Munawwarah. Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati, dilanjutkan dengan kalimat refleksi, dan ditutup dengan sujud syukur bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang dan keberkahan lembaga.
Dalam kalimat refleksi, Ketua Yayasan Pendidikan Diniyyah Putri Lampung mengajak seluruh civitas lembaga untuk terus meneladani semangat perjuangan, keikhlasan, dan pengorbanan para pendiri yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi perkembangan perguruan hingga memasuki usia ke-52 tahun.
Momentum harlah ini mengingatkan kembali pada sejarah peresmian Perguruan Diniyyah Putri Lampung pada 24 Februari 1974 oleh Gubernur Lampung. Namun, jauh sebelum peresmian tersebut, proses perintisan telah dimulai sejak awal tahun 1970-an melalui kerja keras para tokoh dakwah yang tergabung dalam Gerakan Muballigh Islam (GMI) dan Dewan Dakwah.
Ketua Yayasan menuturkan bahwa keberadaan lembaga saat ini merupakan buah dari pengorbanan besar para pendahulu, khususnya almarhumah Bu Halimah yang menjadi tokoh sentral dalam pengembangan sistem pendidikan. Dengan semangat sami’na wa atha’na, beliau menjalani proses kaderisasi hingga menimba pengalaman di Padang Panjang demi mempersiapkan diri sebagai penerus perjuangan pendidikan Islam di Lampung.
“Jika mengingat jerih payah mereka, kita seharusnya merasa malu apabila tidak memiliki semangat yang lebih besar. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil pengorbanan luar biasa dari generasi sebelumnya,” ungkapnya.
Ia juga menggambarkan beratnya perjuangan pada masa awal, ketika sarana terbatas, akses transportasi sulit, dan dukungan dana sangat minim. Bahkan, pada masa tertentu operasional pendidikan sempat berjalan tanpa kepastian keuangan. Namun, berkat manajemen yang kuat, keikhlasan, serta komitmen terhadap dakwah dan pendidikan, Perguruan Diniyyah Putri mampu bertahan dan terus berkembang.
Menurutnya, kekuatan utama lembaga terletak pada fondasi yang telah dibangun, terutama dalam aspek sistem, manajemen, nilai keikhlasan, serta kepemimpinan yang sederhana dan egaliter. Ia mencontohkan kesederhanaan Bu Halimah yang memimpin selama puluhan tahun tanpa mengejar kepemilikan pribadi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan juga menegaskan menguatkan Lembaga melalui penguatan empat pilar utama, yaitu: berstatus wakaf, memiliki satjiwa, kaderisasi, dan pengembangan ekonomi. Keempat pilar ini menjadi landasan penting dalam menjaga keberlanjutan, kemandirian, serta kesinambungan perjuangan Perguruan Diniyyah Putri Lampung.
Saat ini Yayasan Pendidikan Diniyyah Putri bersama Dewan Dakwah dan Bulan Sabit Merah Indonesia tengah mempersiapkan pendirian Rumah Sakit Wakaf. Proyek ini direncanakan berdiri di atas lahan wakaf seluas satu hektare dengan proyeksi pengembangan hingga tiga hektare. Rumah sakit tersebut diharapkan tidak hanya menjadi layanan kesehatan, tetapi juga pusat pelatihan tenaga medis berbasis nilai wakaf.
Sementara itu, pada sektor ekonomi, Yayasan telah mengembangkan beberapa unit usaha produktif, antara lain usaha pengolahan pangan, kafe, roti, transportasi, serta berbagai unit bisnis lain yang akan terus diperkuat secara profesional melalui pengelolaan manajemen modern.
Ketua Yayasan menegaskan bahwa seluruh pengembangan tersebut bertujuan untuk menjaga keberlanjutan lembaga tanpa bergantung pada bantuan eksternal. Sejak awal berdiri, Perguruan Diniyyah Putri Lampung dikenal sebagai lembaga yang tumbuh secara mandiri melalui kekuatan manajemen, kepercayaan masyarakat, dan semangat wakaf.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh keluarga besar Perguruan Diniyyah Putri Lampung untuk terus bersyukur, menjaga amanah, serta melanjutkan perjuangan para pendiri dengan kerja nyata dan semangat pengabdian.
“Fondasi sudah diletakkan dengan kuat oleh para pendahulu. Tugas kita hari ini adalah menjaga, mengembangkan, dan memastikan perjuangan ini terus hidup untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Resepsi Harlah ke-52 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh keluarga besar Perguruan Diniyyah Putri Lampung untuk terus melangkah maju. Dengan penuh kesyukuran, semangat kebersamaan, menguatkan empat pilar perguruan, nilai-nilai satjiwa, dan tekad melanjutkan amanah perjuangan, diharapkan Perguruan Diniyyah Putri Lampung semakin kokoh, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi umat, bangsa, dan peradaban di masa mendatang.






