Diniyah Putri Lampung

Jejak Persahabatan yang Tak Lekang Waktu: DIAZ Jambi Study Visit ke Perguruan Diniyyah Putri Lampung
Kunjungan DIAZ

LAMPUNG, 18 Juni 2026 – Aula Perguruan Diniyyah Putri Lampung (PDPL) pada Kamis (18/6/2026) tampak lebih semarak dari biasanya. Senyum, sapaan hangat, dan semangat belajar mewarnai penyambutan rombongan Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar (DIAZ) Muara Bungo, Jambi, yang melaksanakan kegiatan Silaturrahmi dan Study Visit ke PDPL.

Rombongan yang terdiri atas 28 santri putri dan didampingi oleh dua guru pembimbing, Lailatul Husni, S.Hum. dan Raudha Enka, S.Pd.I., tiba di PDPL pada pukul 10.00 WIB. Kehadiran mereka disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh jajaran pimpinan dan pengurus Perguruan Diniyyah Putri Lampung.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Ketua Dewan Masyayikh, jajaran Kesekretariatan yang terdiri atas Kepala Humas dan Kepala SDM, Kepala KMI/MA Diniyyah Putri Lampung, serta Wakil Kepala Bidang Kesiswaan.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda studi banding biasa. Bagi kedua pesantren, pertemuan ini merupakan momentum untuk mempererat tali ukhuwah sekaligus saling berbagi pengalaman dalam bidang pembinaan santri dan pengelolaan organisasi kepesantrenan.

Dalam sesi presentasi, para santriwati DIAZ mendapatkan pemaparan mengenai profil Perguruan Diniyyah Putri Lampung, sistem pendidikan, budaya kepesantrenan, serta dinamika keorganisasian santri yang menjadi salah satu kekuatan pembinaan di PDPL. Para peserta tampak antusias menyimak setiap materi dan aktif berdialog dengan pemateri, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Ustadzah Fadila Rahmah yang tidak sekadar menyampaikan materi tetapi juga memberikan insight bahwa wanita itu sangat istimewa, kalau orang-orang penting di negeri ini beristrikan alumni DIAZ atau alumni PDPL, insyaAllah mereka akan mendapatkan bisika-bisikan yang baik sehingga membuat kebijakan-kebijakan yang baik.

Salah satu momen yang paling berkesan terjadi ketika Ustadzah yang familiar di kalangan santriwati PDPL dengan panggilan “Miss Dila” tersebut, melemparkan sebuah pertanyaan yang mengundang rasa penasaran seluruh peserta.

             “Mengapa keluarga DIAZ kalau ke Lampung harus singgah ke PDPL?”

Sejenak suasana menjadi hening. Dengan senyum hangat, Ustadzah Fadila kemudian menjawab pertanyaannya sendiri,

            “Karena Pimpinan DIAZ dan Almarhumah Pimpinan Pertama PDPL adalah bestie, dan kita melanjutkan silaturrahmi mereka.”

Jawaban sederhana itu sontak mengundang senyum dan tepuk tangan dari para hadirin. Kalimat tersebut seolah menjadi pengingat bahwa hubungan DIAZ dan PDPL tidak dibangun semata-mata oleh program dan agenda kelembagaan, tetapi bertumpu pada fondasi persahabatan, cinta, dan ukhuwah yang telah dirintis oleh para pendahulu.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa silaturrahmi adalah warisan yang harus terus dirawat. Pertemuan antarsantri dan pengurus dari dua pesantren ini diharapkan dapat melahirkan inspirasi baru, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat kolaborasi dalam membangun pendidikan pesantren yang unggul dan berkarakter.

Pertemuan di Aula PDPL pada hari itu bukan hanya mempertemukan dua lembaga pendidikan, tetapi juga menyambung kembali benang persahabatan yang telah terjalin sejak lama. Sebab, di dunia pesantren, silaturrahmi bukan sekadar tradisi, melainkan nilai yang hidup, mengakar, dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.