
LAMPUNG, 11 April 2026 – Suasana penuh semangat dan rasa syukur menyelimuti Ruang Audiovisual Diniyyah Putri Lampung pada Sabtu (11/4/2026). Santriwati kelas akhir mengikuti kegiatan Pembekalan Alumni sebagai langkah awal menapaki kehidupan baru di tengah masyarakat. Mengusung tema “Muslimah Berdaya, Alumni Berkarya: Menyongsong Dunia dengan Nilai-Nilai Pesantren,” kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan jati diri santriwati sebagai calon alumni.
Acara secara resmi dibuka oleh Ibu Pimpinan Diniyyah Putri Lampung. Dalam wejangan yang sarat makna, beliau menekankan bahwa status alumni bukan sekadar gelar administratif, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan masyarakat.
“Alumni Diniyyah Putri harus menjadi perempuan yang kuat, mandiri, semangat, dan mampu memberi manfaat. Terus aktif hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah pelaku yang membawa kebaikan,” pesan beliau di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, beliau mengajak para santriwati untuk meneladani sosok Rahmah El-Yunusiyah, seorang ulama perempuan visioner yang telah meletakkan dasar pendidikan muslimah di Indonesia. Ketangguhan, keikhlasan, dan dedikasi beliau dalam memperjuangkan pendidikan perempuan menjadi inspirasi utama bagi para alumni untuk terus berkarya dan berkontribusi.
“Jika ingin menjadi alumni yang berdaya, maka kuatkan iman, perluas ilmu, dan siapkan diri menghadapi tantangan zaman dengan keberanian dan keteguhan,” imbuh beliau sebelum secara resmi membuka acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Madrasah yang menegaskan pentingnya peran alumni sebagai representasi nilai-nilai pesantren. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar alumni KMI senantiasa membuka wawasan, memperkuat jati diri, dan menumbuhkan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
Kegiatan pembekalan ini menghadirkan berbagai materi strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman. Materi pertama disampaikan oleh Farida Rahmawati, S.Ag., Kom.I. mengajak peserta untuk memaknai ilmu sebagai bagian dari ibadah melalui materi “Ilmu sebagai Jalan Ibadah.” Ia menegaskan bahwa alumni harus menjadi pembelajar sepanjang hayat yang tidak berhenti mencari ilmu, sekaligus menjadi agen perubahan dalam masyarakat.
Memasuki sesi berikutnya, Fitri, S.H.I., M.H., yang mengangkat tema “Perempuan dalam Perspektif Islam dan Hukum: Kesadaran Hak, Martabat, dan Perlindungan Diri.” Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap hak dan martabat perempuan merupakan pondasi penting dalam membangun kepercayaan diri dan menjaga kehormatan diri sebagai muslimah.
Semangat kemandirian semakin dikuatkan melalui materi “Afiliator Muslimah: Cerdas Digital, Berkah Penghasilan” yang disampaikan oleh Leviana, S.Pd. dan Choirunnisa, M.Pd. Dalam sesi ini, peserta dibekali wawasan tentang pemanfaatan teknologi digital secara bijak, produktif, dan tetap dalam koridor nilai-nilai Islam.
Setelah jeda ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan materi tentang kesehatan dan ketahanan diri perempuan oleh Rina Raulance, Amd.Keb. Materi ini memberikan pemahaman penting bahwa kesiapan fisik dan mental merupakan bagian integral dari kekuatan seorang muslimah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Sebagai penutup rangkaian materi, Yurita Sari, S.Kom., M.M. menyampaikan materi “Entrepreneur Muslimah: Ikhtiar, Berkah, dan Kebermanfaatan.” Ia mendorong peserta untuk tidak ragu melangkah di dunia usaha dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran, keberkahan, dan kebermanfaatan.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 15.30 WIB ini tidak hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mencerminkan kesiapan mereka untuk melanjutkan perjalanan sebagai alumni yang berdaya dan berkarya.
Melalui kegiatan ini, Diniyyah Putri Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muslimah yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, luhur dalam akhlak, serta mampu berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.
Pembekalan ini menjadi penanda bahwa langkah para santriwati tidak berhenti di gerbang kelulusan, tetapi justru dimulai dari sana—menjadi alumni yang membawa cahaya nilai-nilai pesantren ke tengah dunia.


