
LAMPUNG, 30 Maret 2026 — Pagi yang cerah di 10 Syawwal 1447 H menjadi saksi berkumpulnya keluarga besar DMP/MTs dan KMI/MA Diniyyah Putri Lampung dalam satu momentum yang sarat makna: Halal Bi Halal. Lebih dari sekadar tradisi tahunan, kegiatan ini menjelma sebagai ruang penyucian hati, penguatan ukhuwah, sekaligus pengokohan visi pendidikan.
Acara pertama yang diikuti oleh seluruh santriwati berlangsung di masjid pada pukul 07.30 hingga 09.00 WIB. Dalam suasana yang khidmat dan menyentuh hati, para santriwati tidak hanya saling bermaafan, tetapi juga menimba hikmah dan nilai-nilai kehidupan yang disampaikan dengan penuh keteduhan oleh kandidat doktor, Ust. Supriadi, M.Pd.
Acara kedua bersama majelis guru dilaksanakan di Kantor Guru DMP/MTs dan KMI/MA Diniyyah Putri Lampung pada pukul 09.45 hingga 11.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi bersama.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ibu Pimpinan Perguruan Diniyyah Putri Lampung, Nurma Syukur, S.Pd. serta Rektor INSTIDLA, Prof. Dr. Arsyad Sobby Kesuma, Lc. M.Ag. Keduanya menyampaikan pesan-pesan mendalam yang meneguhkan arah pendidikan, memperkuat pembinaan karakter, serta mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi tantangan dakwah di era yang terus berkembang.
Dalam arahannya, Ibunda Nurma menekankan bahwa kedisiplinan adalah kunci utama keberhasilan santriwati. Beliau mengajak untuk membangun ritme hidup yang teratur: tidur tepat waktu, bangun sebelum Subuh, menghidupkan salat fajar, berdoa, dan memulai hari dengan membaca pelajaran.
Lebih jauh, beliau mengingatkan bahwa proses belajar tidak cukup sekali baca, melainkan harus diulang-ulang hingga ilmu benar-benar melekat. Pesan ini menegaskan bahwa keberhasilan lahir dari kesungguhan, ketekunan, dan istiqamah dalam menjalani proses.
Sementara itu, Prof. Arsyad mengajak seluruh civitas akademika untuk memaknai Halal Bi Halal sebagai titik penguatan amanah umat. Menurut beliau, peran sebagai pendidik dan pelajar bukan sekadar rutinitas, melainkan tanggung jawab besar dalam membentuk generasi masa depan.
Beliau juga menekankan pentingnya keteladanan (uswah hasanah) di tengah perubahan karakter generasi yang semakin dinamis. Tantangan dakwah hari ini menuntut kesiapan yang lebih matang—baik dalam ilmu, kepribadian, maupun strategi pendekatan. Oleh karena itu, semangat belajar harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan zaman.
Seluruh rangkaian acara dipandu dengan penuh kehangatan oleh kandidat doktor, Supriadi, yang mampu menjaga alur kegiatan tetap khidmat sekaligus menghadirkan suasana yang akrab dan cair.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dalam nuansa kebersamaan yang hangat. Hidangan disajikan dengan konsep potluck, di mana setiap guru turut berpartisipasi membawa makanan sesuai arahan panitia, sehingga menambah semarak kebersamaan dan mempererat ikatan kekeluargaan di antara seluruh peserta. Acara kemudian disempurnakan dengan sesi foto bersama yang dilaksanakan di lapangan badminton, sebagai penutup yang mengabadikan momen kebersamaan penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Momentum Halal Bi Halal tahun ini meninggalkan pesan kuat: bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, penanaman nilai, dan kesiapan menghadapi tantangan dakwah. Dari masjid hingga ruang guru, semangat yang sama digaungkan—menjadi pribadi yang disiplin, berilmu, dan siap mengemban amanah umat dengan penuh keikhlasan.



