Jejak Persahabatan yang Tak Lekang Waktu: DIAZ Jambi Study Visit ke Perguruan Diniyyah Putri Lampung
LAMPUNG, 18 Juni 2026 – Aula Perguruan...
kita bukan hanya dari luar namun juga dalam negri sendiri, seperti bahayanya penyalah gunaan obat-obatan terlarang ganja sabu dll, yang selalu mengancam generasi penerus bangsa, bayangkan saja jika satu Negara dengan keseluruhan penduduknya ketergantungan pada narkoba mukin saja Negara itu akan hilang dan dimanfaatkan oleh warga Negara asing, belum selesai masalah tersebut, sudah ditambah lagi dengan Penggerogotan terhadap harta negara yang dilakukan oleh oknum pejabat, korupsi bisa juga disebut sebagai musuh Negara yang hampir sama dengan kejahatan pengedar narkoba karna mereka sama- sama mengakibatkan kerusakan yang luar biasa.
Problem bangsa Indonesia yang masih menjadi PR tersebut belum terselesaikan masih juga ditambah dengan problem-problem lain dari luar yang dampaknya akan sangat terasa di dalam negri, ketika kita tidak dapat menyikapinya dengan bijak, kita akan tertinggal jauh atau bahkan tersingkir, seperti pada sektor , persaingan ekonomi antar negara, yang bisa menyebabkan bangsa lain menjajah negara tanpa disadari oleh rakyatnya. Saat ini kita sedang menghadapi perang multidimensional, sehingga dapat disimpulkan berbahaya perang fisik yang nyata di masa lalu, akan lebih sulit lagi pejuang Indonesia masa kini, karena saat ini tantanganya bukan lagi ahli dalam mengakat senjata, peralatan tempur yang canggih, namun saat ini lebih kepada perang terhadap adu strategi, adu intelektual, dll.
Bila kini kita rindu sosok pahlawan patriot bangsa, sesungguhnya kita perlu menyadari pada diri kita sendiri dengan menumbuhkan dan menularkan semangat tersebut kepad anak kita, saudara, atau bahkan tetangga, dengan begitu maka akan mucul generasi-generasi baru yang berkualitas dan handal yang akan menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara danga cara dan keahlian mereka masing-masing serta tentunya akan lebih baik dari masa kita saat ini dengan terus memperbaiki di setiap generasinya tentu kemajuan bangsa akan sangat terlihat.
Banyak orang yang masih mengkaitkan perjuangan dengan kekerasan, padahal orang yang melakukan kekerasan, apalagi terhadap orang yang tidak berdaya, maka disebut sebagai penindasan, Kita perlu sama-sama berpikir bahwa peluang dan keharusan kita untuk menjadi pejuang bangsa, di masa sekarang ini justru bisa dalam berbagai bentuk, misalnya memperbaiki mental individu, mental sebagai pekerja, sehingga ia bisa hidup lebih cerdas dan layak.
Oleh sebab itu banyak kegiatan ekstrakulikuler yang diterapkan untuk merubah mental para siswi menjadi mental yang peduli yaitu dengan mengadakan berbagai kegiatan secara berkelompok, mengisi hari libur sekolah dengan kegiatan gotong royong bersih-bersih lingkungan diniyyah putri lampung, menjalankan ibadah sholat 5 waktu secara berjamaah, makan,tidur belajar di satu tempat, tanpa melihat memadang dari strata atau dominasi dari keturunan ataupun kasta.