
LAMPUNG, 12 April 2026 — Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Tahfizh Perguruan Diniyyah Putri Lampung [PDPL] dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-52, yang digelar di Aula PDPL. Mengusung tema “Mengukir Cahaya Al-Qur’an, Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia”, kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi santriwati, guru, serta wali santri.
Acara diawali dengan pra-acara berupa lantunan sholawat yang dibawakan oleh tim hadroh MI Diniyyah Putri, menghadirkan suasana religius yang menyentuh hati. Selanjutnya, rangkaian acara resmi dimulai dengan pembacaan kalam Ilahi secara berjamaah, diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Diniyyah Putri.
Momentum penghargaan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, yakni penyampaian apresiasi kepada para hafizah dengan capaian hafalan mulai dari 2 hingga 29 juz. Para santriwati tersebut mendapatkan pengakuan atas usaha dan ketekunan mereka dalam menjaga dan menghafal Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Tahfizh, Ust. Imam Mashuri, menyampaikan ungkapan haru sekaligus refleksi perjuangan para santriwati. Ia mengisahkan bagaimana para hafizah harus berjuang menghafal di tengah keterbatasan waktu yang sangat sempit. Tidak hanya itu, beliau juga menyoroti dedikasi luar biasa para guru yang rela begadang hingga larut malam demi menerima setoran hafalan dari para santri.
Sementara itu, perwakilan wali santri, Husna Amalia Salsabila, santriwati KMI yang berasal dari Jambi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh asatidz dan asatidzah yang telah membimbing anak-anak mereka dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Lembaga Nazhir, Dr. Iskandar Syukur, M.A. Dalam paparannya, beliau menegaskan pentingnya empat pilar utama PDPL, yaitu berstatus wakaf, pengamalan nilai Satjiwa, kaderisasi, dan pengembangan ekonomi. Ia juga menekankan peran strategis lembaga Al-Qur’an dalam menyukseskan program tahfizh khusus serta mendukung pencapaian target hafalan di setiap satuan pendidikan.
Sebetum menutup sambutan, beliau menyampaikan pantun penuh makna:
Burung merpati terbang ke awan,
Hinggap sebentar di dahan cemara.
Selamat wahai para hafizh Qur’an,
Semoga istiqamah sepanjang masa.
Pergi ke masjid membawa sajadah,
Singgah sebentar membaca Qur’an.
Semoga wisuda penuh berkah,
Lahir generasi penjaga keimanan.
Puncak acara ditandai dengan prosesi wisuda tahfizh 30 juz kepada enam santriwati KMI. Suasana haru tak terbendung ketika momen simbolis pemakaian mahkota dan sungkem kepada orang tua berlangsung. Tangis bahagia pecah, menggambarkan betapa besar perjuangan yang telah dilalui hingga mencapai titik tersebut.
Acara semakin semarak dengan pengumuman beasiswa bagi santriwati berprestasi, serta penayangan video ucapan selamat dari para alumni tahfizh yang kini melanjutkan studi di luar negeri. Hal ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi para santriwati untuk terus melangkah maju.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan atas momen bersejarah ini.



